Sabtu, 30 Agustus 2014
Direktori di linux beserta fungsinya


root : Lokasi paling dasar dari struktur file dan folder yang ada di linux, lokasi ini juga biasa    disebut    dengan root directory. 
boot : Folder atau direktori ini biasa digunakan untuk menyimpan file-file yang dibutuhkan saat proses booting linux 
bin : Folder ini biasa digunakan untuk menyimpan file-file executable linux, semua perintah-perintah dasar linux biasanya disimpan di folder ini. 
sbin : Folder ini juga digunakan untuk menyimpan filefile executable di linux, namun sedikit berbeda dengan bin, sbin hanya bisa diakses oleh root (adminstrator linux) 
dev : Folder ini digunakan sistem untuk menyimpan file-file device seperti hardisk, cdrom, floppy, usb, dll. 
mnt : Folder ini digunakan untuk mount point semua device yang ada difolder /dev diatas. 
etc : Folder ini digunakan untuk menyimpan file informasi atau konfigurasi dari program atau aplikasi yang terinstall dalam sistem tersebut.
usr : Folder ini digunakan untuk menyimpan program atau aplikasi yang akan diinstall kedalam sistem. 
home : Folder ini digunakan untuk menyimpan data atau dokumen dari pengguna linux itu sendiri. 

    Perintah-perintah (command) dasar di GNU/Linux di jalankan di suatu terminal shell yang biasa disebut terminal atau console. Terminal atau console ini dikenal dengan istilah command line interface (CLI) yang bisa diaktifkan dengan cara klik menu Applications - Accessories - Terminal. Selain itu bisa juga dengan bekerja diconsole murni dengan menakan kombinasi tombol ctrl+alt+F1 dimana F1 bisa diganti sampai F6. Untuk kembali ke mode Grafical User Interface (GUI) tekan ctrl+alt+F7. 
   Berikut ini hanya beberapa command yang umum terdapat di setiap distribusi GNU/Linux khususnya distribusi Ubuntu. 

1. who 
Fungsi : Untuk mengetahui daftar pemakai yang sedang aktif (login).
2. finger 
Fungsi : Finger mempunyai kegunaan hampir sama dengan who, hanya saja finger menyediakan informasi identitas user yang lebih lengkap dari ada who. 
3. whoami 
Fungsi : Untuk mengetahui user siapa yang digunakan sedang login di suatu komputer/terminal. 
Keterangan : Digunakan bila menemukan terminal yang belum logout atau exit dan 
ingin mengetahui milik siapa terminal tersebut diaktifkan. 
4. date 
Fungsi : Menunjukkan atau mengatur tanggal. 
5. cal 
Fungsi : Mencetak kalender mulai tahun 0000 s/d 9999. 
6. ls 
Fungsi : Menampilkan daftar file dalam directori aktif. 
Keterangan : Perintah ini akan menampilkan informasi mengenai directori dan file. Bentuk sederhana perintah ls akan menampilkan hanya nama file. Bentuk panjang ditandai dengan menggunakan option –l, yang akan menampilkan nama-nama file beserta informasi untuk setiap file yang ditampilkan. 
Option-option yang disediakan : 
-a : Tampilkan semua file di directory termasuk isian. 
-o : Tampilkan hanya nama directory 
-g : Cetak ID kelompok hanya untuk bentuk panjang 
-I : Cetak nomor untuk setiap pemakai 
-l : Tampilkan seluruh file secara lengkap 
-o : Cetak ID pemakai (bila pemakai –1) 
-r : Ubah urutan pengaturan nama file yang telah disusun 
-t : Atur nama file berdasarkan waktu modifikasi terakhir, tidak berdasarkan nama 
-o : Atur nama file berdasarkan waktu akses terakhir. 
Untuk option nama, bila “nama” merupakan sebuah directory, perintah itu mencetak 
informasi yang diminta dengan pilihan (option) bagi semua file dalam directori. Bila “nama” sebuah file, maka hanya informasi file bersangkutan yang dicetak. 
7. clear 
Fungsi : Bersihkan layar, (sama dengan perintah CLS di DOS) . 
Format : clear atau bisa juga tekan kombinasi tombol ctrl+D
8. cp 
Fungsi : Menggandakan file1 menjadi file2. 
Format : 
$ cp file1 file2 mengcopy file1 ke file2 → 
$ cp coba3 /home/syarif/nsmail mengcopy file coba3 ke direktori lain → 
Keterangan : Perintah cp akan meng-copy satu file ke file lain atau meng-copy satu file atau lebih ke sebuah direktori. 
9. rm 
Fungsi : Menghapus file. 
Format : rm nama-file atau rm /path_file_berada 
10. mv 
Fungsi : Memindahkan letak suatu file atau bisa juga buat rename nama file. 
Format : 
$ mv file1 file2 Renama file1 menjadi file2 → 
$ mv coba3 /home/syarif/nsmail Memindahkan file coba3 ke direktori lain → 
Keterangan : mv akan memindahkan satu file ke file lain atau memindahkan satu file 
atau lebih, ke sebuah direktori. 
11. cat 
Fungsi : Menampilkan isi sebuah file (sama dengan perintah TYPE pada DOS). Cat berfungsi untuk mencetak ke layar monitor isi dari sebuah file text. Jika file dililihat menggunakan perintah ini bukan file text maka akan keluar karakterkarakter aneh pada layar. Untuk menghindari tercetaknya karakter-karakter aneh tersebut dapat digunakan perintah cat –v. 

12. more 
Fungsi : Menampilkan isi text file per layar. 
Format : more nama-file 
Keterangan : Dengan perintah ini isi file dapat ditampilkan perlayar sehingga dapat diperiksa secara detail. Tekan spasi untuk melihat isi file di layar berikutnya. 

13. history 
Fungsi : Menampilkan perintah-perintah yang telah digunakan sebelumnya. 
Format : history

14. man 
Fungsi : Singkatan dari manual yaitu untuk menampilkan halaman manual untuk semua perintah UNIX. Perintah ini sangat bermanfaat bagi setiap pemakai UNIX karena dapat membantu mengingat kembali perintah-perintah UNIX. 
Format : man nama-perintah 

15. grep 
Fungsi : Mencari isi suatu file di sembarang directori. 
Format : grep –n ‘nama-file’ di-direktori 
Keterangan : Perintah grep akan mencari suatu variable dalam suatu baris tertentu, di dalam sembarang direktori pada semua file. Grep sangat berguna untuk menemukan kata tertentu dalam beberapa dokumen atau mencari adanya sebuah variable dalam sekelompok program. 
Misalnya : grep –n ‘shutdown’ /etc/*. 

16. mkdir 
Fungsi : Membuat direktori. 
Format : mkdir nama-direktori 
~$ mkdir coba1 coba2 coba3 (membuat 3 direktori sekaligus) 
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah MD (make directory) 

17. rmdir 
Fungsi : Menghapus direktori yang kosong . 
Format : rmdir nama-direktori 
~$ rmdir coba1 coba2 coba3 (menghapus 3 direktori sekaligus) 
Jika directori yang dihapus tidak ada maka akan ditampilkan pesan. 
Keterangan : Di DOS peritahnya adalah RD (remove directory). 

18. pwd 
Fungsi : Menunjukkan direktori aktif. 
Format : pwd 

19. cd 
Fungsi : Masuk kelokasi direktori tertentu. 
Format : cd path-direktori 
Contoh : ~$ cd /etc , maka akan pindah ke direktori etc 

20. ps 
Fungsi : Digunakan untuk memonitoring informasi tentang proses yang aktif dalam sistem UNIX.
Format : ps –aux 

21. kill 
Fungsi : Digunakan untuk menghentikan proses yang sedang berjalan. 
Format : kill id-proses 
Keterangan : Id proses dapat dilihat pada kolom PID pada keluaran perintah ps -aux diatas.

22./Direktori root,
Yang menampung seluruh file yang ada dalam Linux

23. /bin
Berisi file-file binary standar yang dapat digunakan oleh semua user baik user biasa maupun super user

24. /boot
 Berisi file-file yang digunakan untuk booting Linux termasuk kernel image

25. /cdrom
 File untuk cdrom pada computer

26. /dev
Berisi file system khusus yang merupakan refleksi device hardware yang dikenali dan digunakan sistem

27. /etc
Berisi file-file konfigurasi sistem, biasanya hanya boleh diubah oleh super user

28. /home
 Berisi direktori-direktori yang merupakan direktori home untuk user biasa dan aplikasi tertentu

29. /lib
 Berisi file-file library yang digunakan untuk mendukung kerja kernel Linux

30. /lost+found
Di direktori ini linux menyimpan file-file yang berhasil di recover saat sistem crash. Dengan melihat kedalam /lost+found mungkin kita dapat menemukan file yang hilang

31. /media
Merupakan direktori untuk menyimpan direktori-direktori mount point

32. /mnt
Direktori khusus yang disediakan untuk mounting (mengaitkan) device disk storage ke sistem dalam bentuk direktori

33. /opt
 Direktori ini menyimpan file-file tambahan dari vendor-vendor tertentu. Sifatnya hanya optional

34. /proc
Berisi file system khusus yang menunjukkan data-data kernel setiap saat

35. /root
Direktori home untuk user root (user khusus dengan priviledges hampir tak terbatas)

36. /sbin
Sama seperti direktori bin, tetapi hanya super user yang sebaiknya menggunakan binary-binary tersebut mengingat fungsi-fungsi binary yang terdapat di direktori ini untuk maintenance sistem

37. /selinux
Security Enhanced Linux
Ini adalah penambahan pada sisi kernel Linux untuk meningkatkan keamanan (dengan resiko beberapa program menjadi tidak jalan, karena ada proteksi yang terkadang berlebihan). Buat server, ini adalah langkah yang baik, tapi buat pengguna biasa, kayaknya malah merepotkan, jadi banyak yang menonaktifkan fungsi ini

38. /srv
Memuatkan data untuk layanan (HTTP, FTP, etc.) yang ditawarkan oleh sistem

39. /sys
Berisi informasi yang berkaitan dengan kernel, device dan firmware

41. /tmp
Berisi file-file sementara yang dibutuhkan sebuah aplikasi yang sedang berjalan

42. /usr
Berisi library, binary, dokumentasi dan file lainnya hasil instalasi user

43. /var
Berisi file-file log, mailbox dan data-data aplikasi


Selasa, 03 Desember 2013

Topologi Jaringan adalah hal yang menjelaskan hubungan geometris antara unsur-unsur dasar penyusun jaringan, yaitu node, link, dan station. Macam Topologi Jaringan ada 5 macam yaitu Topologi Bintang, Topologi Cincin, Topologi Bush, Topologi Mesh, Topologi Pohon. Semua ini merupakan Topologi Jaringan Komputer.
Sedangkan Topologi jaringan dalam telekomunikasi adalah suatu cara menghubungkan perangkat telekomunikasi yang satu dengan yang lainnya sehingga membentuk jaringan. Dalam suatu jaringan telekomunikasi, jenis topologi yang dipilih akan mempengaruhi kecepatan komunikasi. Untuk itu maka perlu dicermati kelebihan/keuntungan dan kekurangan/kerugian dari masing ‐masing topologi berdasarkan karakteristiknya masing topologi berdasarkan karakteristiknya. Berikut ini adalah jenis atau Macam - macam Topologi dari jaringan tersebut
  • Topologi bus
Topologi bus merupakan topologi yang banyak dipergunakan pada masa penggunaan kabel sepaksi menjamur. Dengan menggunakan T-Connector (dengan terminator 50ohm pada ujung network), maka komputer atau perangkat jaringan lainnya bisa dengan mudah dihubungkan satu sama lain.
Kesulitan utama dari penggunaan kabel sepaksi adalah sulit untuk mengukur apakah kabel sepaksi yang dipergunakan benar-benar matching atau tidak. Karena kalau tidak sungguh-sungguh diukur secara benar akan merusak NIC (network interface card) yang dipergunakan dan kinerja jaringan menjadi terhambat, tidak mencapai kemampuan maksimalnya. Topologi ini juga sering digunakan pada jaringan dengan basis fiber optic (yang kemudian digabungkan dengan topologi star untuk menghubungkan dengan client atau node.).
Pada topologi bus dua ujung jaringan harus diakhiri dengan sebuah terminator. Barel connector dapat digunakan untuk memperluasnya. Jaringan hanya terdiri dari satu saluran kabel yang menggunakan kabel BNC. Komputer yang ingin terhubung ke jaringan dapat mengkaitkan dirinya dengan men tap Ethernetnya sepanjang kabel.
Instalasi jaringan Bus sangat sederhana, murah dan maksimal terdiri atas 5-7 komputer. Kesulitan yang sering dihadapi adalah kemungkinan terjadinya tabrakan data karena mekanisme jaringan relatif sederhana dan jika salah satu node putus maka akan mengganggu kinerja dan trafik seluruh jaringan
 Gambar Topologi Bus
  •  Topologi Ring
Topologi cincin adalah topologi jaringan berbentuk rangkaian titik yang masing-masing terhubung ke dua titik lainnya, sedemikian sehingga membentuk jalur melingkar membentuk cincin. Pada topologi cincin, komunikasi data dapat terganggu jika satu titik mengalami gangguan. Jaringan FDDI mengantisipasi kelemahan ini dengan mengirim data searah jarum jam dan berlawanan dengan arah jarum jam secara bersamaan. Topologi ring digunakan dalam jaringan yang memiliki performance tinggi, jaringan yang membutuhkan bandwidth untuk fitur yang time-sensitive seperti video dan audio, atau ketika performance dibutuhkan saat komputer yang terhubung ke jaringan dalam jumlah yang banyak.
 Gambar Topologi Ring
  •  Topologi Star
Topologi star digunakan dalam jaringan yang padat, ketika endpoint dapat dicapai langsung dari lokasi pusat, kebutuhan untuk perluasan jaringan, dan membutuhkan kehandalan yang tinggi. Topologi ini merupakan susunan yang menggunakan lebih banyak kabel daripada bus dan karena semua komputer dan perangkat terhubung kecentralpoint. Jadi bila ada salah satu komputer atau perangkat yang mengalami kerusakan maka tidak akan mempengaruhi yang lainnya (jaringan).
 Gambar Topologi Star
  •   Topologi Tree
Topologi jaringan ini disebut juga sebagai topologi jaringan bertingkat. Topologi ini biasanya digunakan untuk interkoneksi antar sentral dengan hirarki yang berbeda. Untuk hirarki yang lebih rendah digambarkan pada lokasi yang rendah dan semakin keatas mempunyai hirarki semakin tinggi. Topologi jaringan jenis ini cocok digunakan pada sistem jaringan komputer .
 Gambar Topologi Tree
  • Topologi Mesh
Topologi jala atau Topologi mesh adalah suatu bentuk hubungan antar perangkat dimana setiap perangkat terhubung secara langsung ke perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan. Akibatnya, dalam topologi mesh setiap perangkat dapat berkomunikasi langsung dengan perangkat yang dituju.
Dengan demikian maksimal banyaknya koneksi antar perangkat pada jaringan bertopologi mesh ini dapat dihitung yaitu sebanyak n(n-1)/2. Selain itu karena setiap perangkat dapat terhubung dengan perangkat lainnya yang ada di dalam jaringan maka setiap perangkat harus memiliki sebanyak n-1 Port Input/Output (I/O ports).
 Gambar Topologi Mesh

A.    Pengertian Jaringan
Jaringan adalah merupakan sekelompok atau beberapa komputer yang saling terhubung dan dapat saling bertukar informasi

B.     Pembagian jaringan menurut jarak
·         PAN ( Personal Area Network )
Adalah jaringan yang menghubungkan beberapa komputer dalam suatu ruangan.
·         LAN ( Local Area Network )
Adalah jaringan komputer yang menghubungkan satu ruang ke ruangan lain.
·         MAN ( Metropolitan Area Network )
Adalah jaringan komputer yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain, yang cakupan nya lebih luas dari LAN.
·         WAN ( Wide Area Network )
Adalah jaringan yang berbasis luas atau bisa menghubungkan antar daerah, yang cakupan nya lebih luas dari MAN.

C.     Hardware Jaringan
·         LAN Card : adalah kartu jaringan yang biasa dipasang pada PC
·         Switch/Hub : adalah media penghubung berkabel untuk menghubungkan PC
·         Access Point : adalah media penghubung nirkabel untuk menghubungkan PC
·         Server : adalah sebagai pusat informasi dalam sebuah jaringan
·         Rooter : untuk  menghubungkan dua jaringan yang berbeda
·         Repeater : adalah perangkat untuk penguat sinyal
·         Bridge : untuk menghubungkan beberapa modul (switch atau access point)
·         Modem : Modulator Demodulator, adalah perangkat untuk mengubah sinyal analog menjadi sinyal digital.

D.    Topologi jaringan
Adalah gambaran atau desain dari struktur jaringan yang akan dibuat.
Topologi terbagi atas :
·         Topologi Bus
Beberapa host dihubungkan dengan jalur data backbone tunggal, yaitu berupa kabel lurus panjang. Pada umumnya topologi ini menggunakan kabel koaksial.
·         Topologi Ring
Komputer-komputer dalam satu jaringan di hubungkan dengan sebuah kabel tunggal, data yang di kirim melalaui loop masing-masing komputer dalam satu arah.

About Me

Diberdayakan oleh Blogger.
Share

Share

twitterfacebookgoogle pluslinkedinrss feedemail